Ride For Fitri : Persiapan

sPeta pagar alam

Peta pagar alam

Ride For Fitri begitu saya sebut perjalan ini, nama tersebut jujur moncontek temanya kang JJ yang keliling dunia sendiri dengan tema Ride For Peace hehe… maka sebagai percobaan saya akan melakukan solo touring ini mudah mudahan bisa menjadi emberio untuk melakukan touring yang lebih besar lagi.

Ride For Fitri disini untuk tujuan kembali ke fitri lagi dengan meminta maaf kepada orang tua dalam rangka idul fitri.  Mudik mungkin begitu bahasa gampangnya saat para perantau kembali kekampung halamanya untuk merayakan idul fitri yang bagi umat muslim adalah hari raya yang paling di tunggu tunggu.

Hidup sebagai perantau membuat saya sering merasa kangen dengan tanah tempat saya dilahirkan. Tanah Pagar Alam sangat membekas dalam benak saya walaupun sejak kecil saya sudah meninggalkanya. kota tersebut seperti melambaikan tanggan kepada saya saat idul fitri akan tiba. Sepertinya sudah cukup lama saya tidak kekota yang terkenal dengan gunung dempo yang menjulang setinggi 3159M itu, jika tidak salah mungkin sudah 3 tahun lebih. Ditahun 2009 ini saya meniatkan kembali kesana bukan dengan bis yang sayang sering tumpangi dahulu tetapi dengan sebuah sepeda motor. Beberapa teman saya kaget saat saya mengutarakan kepulangan saya ini dengan sepeda motor tetapi saya coba menjelaskan kepada mereka bahwa inilah salah satu opsipsi saya untuk saat ini. Mencoba menembus belantara hutan sumatra, menyisiri sungai sungai yang banyak di daratan sriwijaya itu, saat saya menulis ini saya membayangkan segarnya udara disana yang jauh dari polusi. Yah tekat saya makin besar saat membayangkan itu dan makin tak terbendung.

Yah itu sekelumit curahan hati saya tentang Pagar Alam. Saya sadar sumatra bukanlah pulau jawa maka persiapan perjalan Ride For Fitri ini coba saya persiapkan dengan seksama, Motor saya upayakan semaksimal mungkin Bisa berjalan normal. Pagi tadi saya coba melakukan service ke bengkel untuk mengatasi keluhan saya tentang borosnya motor saya tersebut setelah di service terakhir kali. Setelah di cek ternyata ada selang yang bocor antara mesin dan karburator juga selang antara tangki ke kaburator, karena tidak mau mengambil resiko saya mengintruksikan mekaniknya untuk menganti ke 2 part tersebut.

Gear set pun saya ganti karena rantainya sudah kendor dan gearnya sudah mulai aus itu untuk menghidari rantai lepas yang nantinya bisa membahayakan saya dan juga penguna jalan di sekeliling saya.

Service

Service

Rute :

Kalau ditanya lewat mana saja nanti saya pulang sepertinya saya tidak begitu hapal hehe. tapi teknologi sudah semakin cangih jika dahulu para musafir mengandalkan arah anggin maka saat ini sudah mengunakan teknologi satelit lewat GPS. Kebetulan sekali kepulangan saya ini persenjatai degan Nuvifone M50 yang lahir dari besutan 2 perusahaan hardware papan atas yaitu Asus dan sebagai softwarenya di gandeng Garmin sebagai dedengkotnya dunia per GPS an. Untuk Nuvifone ini sendiri nanti jika sempat akan saya bahas lebih detail lagi karena untuk saat ini lewat google saya tidak menemukan artikelnya karena secara resmi pda phone ini belum di luncurkan kepasaran. Oh ya karena GPS ini menyedut banyak energi maka saya tidak lupa memberikan Infus lewat Charger motor yang kebetulan saya penjualanya hehe. Jadi di perjalanan ini saya punya misi lain untuk melakukan bechmark ke 2 hardware ini.

Nuvifone M50

Nuvifone M50

Sebagai cadangan saya juga membawa peta dari CBN, lewat peta ini kemungkinan besar saya akan mengambil rute :

Tangerang — Serang — Cilegon– Merak–Bakauheni–Kalianda–Bandar Lampung–Gunung Sugih–Kota Bumi–Blambangannumpu–Batu raja–Muara Enim–Lahat–Pagar Alam.

Jika di total menurut peta dari CBN tersebut jarak yang akan saya tempuh sejauh : 850 km. Jarak tersebut hanyalah jarak di atas kertas, jarak sebenarnya mungkin akan menyentuh angka 1000km.

Melihat jaraknya yang cukup jauh malah akan menjadi terjauh selama saya mengunkan Bajaj ini maka saya juga telah melengkapi dengan safety gear berupa protektor dengkul dan lengan yang merupakan proteksi kulit kita dari benturan aspal jika terjadi  musibah…mhhhhh…. mudah mudah Selamet ya ALLAH … ( amien ). Dan untuk motor saya tetap mengandalakan Engine guard yang sudah terbukti khasiatnya.

protek

Begitulah sekelumit cerita persiapan perjalanan Ride For Fitri ini. Mohon Doa nya sehinga saya nanti bisa berkumpul kembali ke jakarta dengan YaYang dan bro bro semua baik dari pulsarian, Panser dan juga Codec tak lupa temen temen kantor.

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s